You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Loading...
Logo Nagari Gunuang Padang Alai
Gunuang Padang Alai

Kec. V Koto Timur, Kab. Padang Pariaman, Provinsi Sumatera Barat

Melihat Semangat Walnag Gunuang Padang Alai, Deri Alpendo: Komit Ciptakan Transparansi, Malah Dituding Rangkap Jabatan

Administrator 06 Januari 2026 Dibaca 191 Kali
Melihat Semangat Walnag Gunuang Padang Alai, Deri Alpendo: Komit Ciptakan Transparansi, Malah Dituding Rangkap Jabatan

PADEK.JAWAPOS.COM - Upaya Wali Nagari (Walnag) Gunuang Padang Alai, Deri Alpendo, untuk mewujudkan transparansi dalam bekerja, ternyata malah mendapat tanggapan negatif.

Ia dituding rangkap jabatan lantaran menjadi kontributor untuk mempublikasi potensi nagarinya di media massa. Apakah keterbukaan informasi sudah dilarang?

BARU-baru ini Padang Ekspres bertemu dengan Deri Alpendo di Kota Pariaman. Ia tampak santai. Meskipun, tak akan dapat dipungkirinya pikirannya diselimuti keresahan.

Bukan karena tugasnya sebagai wali nagari. Namun, ia mendapat tudingan serius dari oknum wartawan yang tidak dikenalnya. Bahkan, berujung pada pemberitaan di media wartawan tersebut.

Upaya Wali Nagari (Walnag) Gunuang Padang Alai, Deri Alpendo, untuk mewujudkan transparansi dalam bekerja, ternyata malah mendapat tanggapan negatif.

Ia dituding rangkap jabatan lantaran menjadi kontributor untuk mempublikasi potensi nagarinya di media massa. Apakah keterbukaan informasi sudah dilarang?

BARU-baru ini Padang Ekspres bertemu dengan Deri Alpendo di Kota Pariaman. Ia tampak santai. Meskipun, tak akan dapat dipungkirinya pikirannya diselimuti keresahan.

Bukan karena tugasnya sebagai wali nagari. Namun, ia mendapat tudingan serius dari oknum wartawan yang tidak dikenalnya. Bahkan, berujung pada pemberitaan di media wartawan tersebut.

Deri yang merasa tak kenal dengan si oknum, tentunya menolak menjelaskan. “Sejak awal dia tidak beritikad baik layaknya wartawan profesional dalam meminta informasi. Siapa dia saya tidak kenal. Makanya saya minta dia untuk memperkenalkan diri dulu,” ujar Deri.

Saat diminta memperkenalkan diri, oknum wartawan itupun mengirimkan kartu persnya kepada Deri. “Saya tentu senyum saja lihat kartu pers itu.

Makanya saya kirim juga kartu pers kontributor nagari yang saya peroleh dari pelatihan di Padang Ekspres,” ungkap Deri. Namun, oknum tersebut menanggapi berbeda respon Deri.

“Tapi, nyatanya dia malah menyangka saya berlindung dengan kartu pers. Parahnya lagi menuduh saya rangkap jabatan sebagai wartawan. Dari situ saya tentu bisa mengukur kapasitasnya dalam memahami profesi seorang wartawan,” sambung Deri.

Untuk itu, Deri pun tak lagi merespon pesan oknum wartawan tersebut. Hasilnya, oknum itupun memberitakan Deri di medianya. Pemberitaan yang menurutnya tidak ada esensinya di masyarakat.

“Lebih baik saya memikirkan tugas dan tanggung jawab saya untuk masyarakat di nagari saya,” ucap Deri tersenyum.

Difitnah sampai Dipanggil Kejaksaan

Deri mengaku tak kaget dengan tuduhan yang disampaikan oknum wartawan itu. Yakni soal mendapat fee atau dipandang menyalahgunakan dana nagari.

“Sebelumnya saya juga pernah difitnah memakan uang salah satu proyek nagari. Sampai-sampai saya dipanggil ke kejaksaan. Tapi, semua itu tidak terbukti,” ungkapnya.

“Saya tidak tahu siapa yang melapor ke kejaksaan itu. Saya pun tidak ingin mencari tahunya. Jujur, memang fitnah-fitnah seperti itu menjadi beban pikiran juga. Sebab kita mesti disibukkan ke kejaksaan. Kita mendapat malu tanpa adanya kesalahan. Banyak tugas dan tanggung jawab jadi tertunda,” sambung Deri.

Sekarang, tudingan menerima fee proyek yang dilayangkan oknum wartawan kepadanya juga tak diambil pusing. Baginya, kalau memang oknum itu memiliki bukti, langsung saja melapor ke penegak hukum. “Kami wali nagari ini sudah kenyang diancam-ancam,” tegasnya.

Ia menilai oknum wartawan itu tidak memiliki wawasan yang memadai terkait profesi yang dijalaninya. “Wartawan yang profesional, pasti akan mendalami informasi yang ia peroleh, sebelum bertanya kepada narasumbernya,” hemat Deri.

Namun faktanya, kata Deri oknum itu menanyakan soal anggaran untuk kebutuhan mendesak yang terdapat pada rincian dana Nagari Gunuang Padang Alai.

“Kalau dia paham, dia tidak akan bertanya kenapa dana untuk kebutuhan mendesak begitu banyak dialokasikan,” kata Deri.

Upaya Wali Nagari (Walnag) Gunuang Padang Alai, Deri Alpendo, untuk mewujudkan transparansi dalam bekerja, ternyata malah mendapat tanggapan negatif.

Ia dituding rangkap jabatan lantaran menjadi kontributor untuk mempublikasi potensi nagarinya di media massa. Apakah keterbukaan informasi sudah dilarang?

BARU-baru ini Padang Ekspres bertemu dengan Deri Alpendo di Kota Pariaman. Ia tampak santai. Meskipun, tak akan dapat dipungkirinya pikirannya diselimuti keresahan.

Bukan karena tugasnya sebagai wali nagari. Namun, ia mendapat tudingan serius dari oknum wartawan yang tidak dikenalnya. Bahkan, berujung pada pemberitaan di media wartawan tersebut.

Upaya Wali Nagari (Walnag) Gunuang Padang Alai, Deri Alpendo, untuk mewujudkan transparansi dalam bekerja, ternyata malah mendapat tanggapan negatif.

Ia dituding rangkap jabatan lantaran menjadi kontributor untuk mempublikasi potensi nagarinya di media massa. Apakah keterbukaan informasi sudah dilarang?

BARU-baru ini Padang Ekspres bertemu dengan Deri Alpendo di Kota Pariaman. Ia tampak santai. Meskipun, tak akan dapat dipungkirinya pikirannya diselimuti keresahan.

Bukan karena tugasnya sebagai wali nagari. Namun, ia mendapat tudingan serius dari oknum wartawan yang tidak dikenalnya. Bahkan, berujung pada pemberitaan di media wartawan tersebut.

Deri yang merasa tak kenal dengan si oknum, tentunya menolak menjelaskan. “Sejak awal dia tidak beritikad baik layaknya wartawan profesional dalam meminta informasi. Siapa dia saya tidak kenal. Makanya saya minta dia untuk memperkenalkan diri dulu,” ujar Deri.

Saat diminta memperkenalkan diri, oknum wartawan itupun mengirimkan kartu persnya kepada Deri. “Saya tentu senyum saja lihat kartu pers itu.

Makanya saya kirim juga kartu pers kontributor nagari yang saya peroleh dari pelatihan di Padang Ekspres,” ungkap Deri. Namun, oknum tersebut menanggapi berbeda respon Deri.

“Tapi, nyatanya dia malah menyangka saya berlindung dengan kartu pers. Parahnya lagi menuduh saya rangkap jabatan sebagai wartawan. Dari situ saya tentu bisa mengukur kapasitasnya dalam memahami profesi seorang wartawan,” sambung Deri.

Untuk itu, Deri pun tak lagi merespon pesan oknum wartawan tersebut. Hasilnya, oknum itupun memberitakan Deri di medianya. Pemberitaan yang menurutnya tidak ada esensinya di masyarakat.

“Lebih baik saya memikirkan tugas dan tanggung jawab saya untuk masyarakat di nagari saya,” ucap Deri tersenyum.

Difitnah sampai Dipanggil Kejaksaan

Deri mengaku tak kaget dengan tuduhan yang disampaikan oknum wartawan itu. Yakni soal mendapat fee atau dipandang menyalahgunakan dana nagari.

“Sebelumnya saya juga pernah difitnah memakan uang salah satu proyek nagari. Sampai-sampai saya dipanggil ke kejaksaan. Tapi, semua itu tidak terbukti,” ungkapnya.

“Saya tidak tahu siapa yang melapor ke kejaksaan itu. Saya pun tidak ingin mencari tahunya. Jujur, memang fitnah-fitnah seperti itu menjadi beban pikiran juga. Sebab kita mesti disibukkan ke kejaksaan. Kita mendapat malu tanpa adanya kesalahan. Banyak tugas dan tanggung jawab jadi tertunda,” sambung Deri.

Sekarang, tudingan menerima fee proyek yang dilayangkan oknum wartawan kepadanya juga tak diambil pusing. Baginya, kalau memang oknum itu memiliki bukti, langsung saja melapor ke penegak hukum. “Kami wali nagari ini sudah kenyang diancam-ancam,” tegasnya.

Ia menilai oknum wartawan itu tidak memiliki wawasan yang memadai terkait profesi yang dijalaninya. “Wartawan yang profesional, pasti akan mendalami informasi yang ia peroleh, sebelum bertanya kepada narasumbernya,” hemat Deri.

Namun faktanya, kata Deri oknum itu menanyakan soal anggaran untuk kebutuhan mendesak yang terdapat pada rincian dana Nagari Gunuang Padang Alai.

“Kalau dia paham, dia tidak akan bertanya kenapa dana untuk kebutuhan mendesak begitu banyak dialokasikan,” kata Deri.

Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBN 2026 Pelaksanaan

APBN 2026 Pendapatan

APBN 2026 Pembelanjaan